Sabtu, 11 Agustus 2018

Gempa Bumi Meluluh Lantakan Bangunan Warga di Desa Anyar



Gempa Bumi dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang Kabupaten Lombok Utara dan sekitarnya pada hari Minggu tanggal 29 Juli 2018 pukul 06:47:39 WITA dengan Titik/Lokasi Gempa berada di 28 Km Barat Laut Lombok Timur-NTB.
Berselang 29:10 Menit tepatnya Pukul 07:06:49 WITA, Gempa Susulan mulai kembali mengguncang Kabupaten Lombok Utara dan sekitarnya dengan kekuatan gempa 5,5 SR yang Lokasi/Titik Gempa berada di 22 Km Timur Laut Lombok Utara-NTB.
Dilihat dari informasi BMKG kekuatan gempa dengan Magnitudo ≥ 5.0 SR ( lebih dari 5.0 Skala Richter ) pada hari yang sama, terjadi 5 kali guncangan yang begitu dahsyat yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Lombok Utara dan sekitarnya dengan rentang waktu gempa yang tidak terlalu jauh, antara lain :
No
Hari/Tanggal
Pukul
Magnitudo
Loksi Gempa
1.
Minggu, 29 Juli 2018
06:47:39 Wita
6,4 SR
28 Km Barat Laut Lombok Timur-NTB
2.
Minggu, 29 Juli 2018
07:06:49 Wita
5,5 SR
22 Km Timur Laut Lombok Utara-NTB
3.
Minggu, 29 Juli 2018
07:15:58 Wita
5.0 SR
37 Km Timur Laut Lombok Utara-NTB
4.
Minggu, 29 Juli 2018
09:50:32 Wita
5,7 SR
26 Km Timur Laut Lombok Utara-NTB
5.
Minggu, 29 Juli 2018
10:20:09 Wita
5.0 SR
26 Km Timur Laut Lombok Utara-NTB
Gempa yang tiada hentinya membuat masyarakat di Kecamatan Bayan begitu resah karena baru pertama kali ada gempa yang begitu dahsyat mengguncang Kecamatan Bayan yang tiada hentinya, terlebih di Desa Anyar sendiri pasca gempa yang pertama oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menginformasikan bahwa air laut naik (Tsunami) yang membuat warga di Desa Anyar terbirit-birit melarikan diri ketempat yang lebih tinggi, yang akhirnya membuat wilayah di Desa Anyar seperti desa mati.
Gempa yang berpusat di Lombok Utara dan Lombok Timur menyentuh hati berbagai kalangan mulai dari Instansi, Lembaga dan para Relawan yang peduli dengan korban gempa di Nusa Tenggara Barat tersebut.
Kepedulian pemerintah beserta relawan sudah dapat dilihat dengan berbagai bantuan yang datang untuk membantu warga di Desa Anyar, umumnya di Kecamatan Bayan seperti di terjunkannya TNI, POLRI, BNPB, BPBD dan masih banyak lagi unsur pemerintah yang turut serta dalam membantu warga korban bencana gempa di Gumi Tioq Tana Tunaq. Pemerintah sendiri tak hanya cukup memberikan bantuan tenaga saja, melainkan bantuan Logistik seperti Makanan, Minuman, Tenda, Selimut dan lain-lain juga tetap di berikan oleh pemerintah, terlebih dari Lembaga dan Relawan juga tidak henti-hentinya memberikan bantuan logistik kepada korban bencana gempa di Desa Anyar umumnya di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.
Setelah 3 hari berlalu pasca gempa pertama, warga Desa Anyar sudah banyak yang berani pulang kerumah dari pengungsian mereka masing-masing walaupun gempa susulan masih tetap dirasakan oleh warga di Desa Anyar.
Setelah Satu Minggu belalu, warga Desa Anyar sudah mulai lebih tenang dari rasa takut yang sangat mencekam, warga Desa Anyar sudah banyak melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.

Tapi pada Minggu Pertama Bulan Agustus tepatnya hari Minggu Tanggal 05 Agustus 2018 Pukul 19:46:35 WITA Gempa Bumi kembali mengguncang Gumi Tioq Tata Tunaq dan sekitarnya dengan kekuatan Magnitudo 6,8 SR dengan Lokasi Gempa berada di 27 Km Timur Laut Lombok Utara dengan kedalaman 10 Km dan disambut dengan Gempa berkekuatan Magnitudo 7,0 SR kedalaman 15 Km di waktu yang sama dengan Lokasi Titik Gempa berada di 18 Km Barat Laut Lombok Timur-NTB yang meluluh lantakan Gumi Tioq Tana Tunaq dan sekitarnya.
Tangisan warga di pengungsian semakin membuat ketakutan yang sangat mencekam dari warga yang sedang mencari sanak keluarganya maupun dari warga yang rumahnya roboh akibat gempa, karena merasa tak mampu lagi untuk membangun sebuah tempat tinggal.
Di Desa Anyar sendiri kerusakan rumah akibat gempa berkekuatan 6,4 SR pada tanggal 29 Juli 2018 yang disambut dengan gempa berkekuatan 7,0 SR pada tanggal 05 Agustus 2018 sudah mencapai 551 Rumah Rusak Sedang dan 436 Rumah Rusak Berat ( Roboh ) sesuai Data Sementara Korban Bencana Gempa Bumi Desa Anyar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dengan Rincian Korban Bencan Gempa di Desa Anyar sebagai berikut :
DOWNLOAD Data Sementara Korban Bencana Gempa di Desa Anyar. 

Sabtu, 05 Mei 2018

Desa Anyar Menjadi Perwakilan Kecamatan Bayan dalam Lomba Desa Tingkat Kabupaten



Anyar
Lomba desa tingkat kabupaten yang di ikuti oleh 5 desa di Kabupaten Lombok Utara sebagai perwakilan 5 Kecamatan se-Kabupaten Lombok Utara, sudah mulai dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 30 April 2018 yang jadwal penilaiannya jatuh pada Desa Kayangan Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara sedangkan Jadwal penilaian lomba untuk Desa Anyar jatuh pada hari Kamis tanggal 03 Mei 2018.
Rombongan Tim penilai kabupaten tiba di Kantor Desa Anyar pada Pukul 09 : 30 wita yang di sambut ramah oleh Bapak Camat Bayan MUSRIPIN, S.Sos beserta Kepala Desa Anyar RITANOM, SH dan seluruh jajaran pemerintah desa. Dalam penyambutannya tak lupa pemerintah desa menyajikan sebuah Tarian yang disebut Tarian Sambut Datu yang di pertunjukan oleh Putra-Putri SMA Negeri 1 Bayan yang di bina oleh Ibu AYU KARTINI. 
Tonton dan Download Video Tarian Sambut Datu DISINI
Pelaksanaan Lomba Desa tingkat Kabupaten Lombok Utara mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.
Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan, Penilaian perlombaan desa dan kelurahan dilakukan dengan membandingkan data tingkat perkembangan desa dan kelurahan 2 (dua) tahun terakhir berdasarkan data profil desa dan kelurahan sesuai dengan indikator penilaian. Adapun Indikator penilaian perlombaan desa dan kelurahan tingkat kecamatan kabupaten/kota, dan provinsi meliputi bidang :
  1. Pendidikan;
  2. Kesehatan masyarakat;
  3. Ekonomi masyarakat;
  4. Keamanan dan ketertiban;
  5. Partisipasi masyarakat;
  6. Pemerintahan;
  7. Lembaga kemasyarakatan; dan
  8. Pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
Dalam proses penilaian lomba desa yang dilaksanakan oleh Tim Penilai dari Kabupaten Lombok Utara terhadap Pemerintah Desa Anyar, terkait penilaian administrasi pemerintah desa, para Tim Penilai mengajukan berbagai pertanyaan terhadap pemerintah desa mulai dari kinerja Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan Desa, Kasi Pelayanan Desa, Kasi Kesejahtraan Desa, Kaur Umum, Kaur Keuangan, Kaur Perencanaan dan Operator Sistem Informasi Desa ( SID ) sedangkan untuk lembaga-lembaga desa seperti BPD, LPM, PKK dan Karang Taruna Desa juga tak lupa mandapatkan berbagai pertanyaan sesuai tupoksi mereka masing-masing.
Penilaian lomba desa juga tak luput dari kebersihan lingkungan yang ada di desa, para Tim Penilai dari Kabupaten Lombok Utara sesuai bidangnya, juga turun kelapangan untuk melakukan penilaian terkait kebersihan lingkungan di masing-masing Wilayah/Dusun di Desa Anyar.
Lomba desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara tahun 2018 ini, sangat membatu kami selaku Pemerintahan Desa Anyar dalam mengetahui betapa masih lemahnya administrasi kami di desa. Dan kami selaku Pemerintahan Desa Anyar berterima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Bayan yang telah mempercayakan Lomba Desa di tingkat Kabupaten Lombok Utara untuk mewakili desa se-Kecamatan Bayan.
Semoga dengan sudah berlangsungnya Lomba Desa tingkat kabupaten tersebut kedepannya kami bisa mengevaluasi diri terkait Tugas dan Fungsi kami selaku Pemerintahan Desa Anyar demi kemajuan desa dan tercapainya administrasi yang baik.

Minggu, 29 April 2018

APBDes Desa Anyar Tahun Anggaran 2018

Setelah RKP Desa di tetapkan maka dilanjutkan proses penyusunan APBDes. Rencana Kegiatan dan
Rencana Anggaran Biaya yang telah ditetapkan dalam RKP Desa dijadikan pedoman dalam proses penganggaran. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APBDes ) merupakan rencana anggaran keuangan tahunan pemerintah desa yang ditetapkan untuk menyelenggarakan program dan kegiatan yang menjadi wewenang desa.
Pada tahun anggaran 2018, Pemerintah Desa Anyar akan mengelola anggaran sebesar  Rp. 2.694.448.000,- sesuai dengan Peraturan Desa Anyar Nomor : 5 Tahun 2017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2018 yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Desa Anyar pada tanggal 30 Desember 2017. Sumber Pendapatan terdiri dari Pendapatan Asli Desa ( PADes ) dan pendapatan Transfer yang meliputi : Dana Desa ( DD ), Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah ( BHPRD ) dan Alokasi Dana Desa ( ADD ).
Besaran sumber pendapatan yang meliputi Pendapatan Asli Desa ( PADes ) dan Pendapatan Transfer antara lain :
  1. Pendapatan Asli Desa : Rp. 179.317.000,-
  2. Pendapatan Transfer ;
a.       Dana Desa : Rp. 921.133.000,-
b.      Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah : Rp. 277.134.000,-
c.       Alokasi Dana Desa : Rp. 1.316.864.000,-
Sumber-sumber pendapatan desa tersebut dianggarkan dalam kegiatan yang meliputi :
  1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa sebesar : Rp. 1.044.495.000,-
  2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa sebesar : Rp. 1.062.035.000,-
  3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan sebesar : Rp. 277.843.000,-
  4. Bidang Pemberdayaan Kemasyarakatan sebesar : Rp. 130.908.000,-
  5. Biaya Tak Terduga sebesar : Rp. 6.167.000,-
  6. Pengeluaran Pembiayaan :
a.       Penyertaan Modal sebesar : Rp. 173.000.000,-

Untuk lebih jelasnya silahkan ada klik link download DISINI.

Sabtu, 11 November 2017

Pelaksanaan RKPDes Desa Anyar Tahun 2018



Sebagai bahan acuan pemerintah desa dalam menyusun APBDes tahun 2018 mendatang, Pemerintah Desa Anyar telah melaksanakan Rapat RKPDes Tahun 2018 pata hari Sabtu tanggal 11 November 2017 bertempat di Aula Kantor Desa Anyar.
Dalam pelaksanaan rapat tersebut telah di undang dan di hadiri oleh :

  1. 1.        Perwakilan dari Kecamatan
  2. 2.       Kepala Desa Anyar
  3. 3.       Sekretaris Desa Anyar
  4. 4.      Kepala Dusun se-Desa Anyar
  5. 5.       Staf/Perangkat Desa
  6. 6.       Ketua BPD beserta Anggota
  7. 7.       Ketua LPM beserta Anggota
  8. 8.       Perwakilan dari Puskesmas Bayan
  9. 9.       Tim XI ( Penyusun RKPDes )
  10. 10.    Babinsa
  11. 11.     Bimaspol
  12. 12.    Tokoh Masyarakat

Dalam pelaksanaan rapat tersebut telah didapat beberapa usulun dari beberapa peserta rapat yang belum tertuang di dalam Draf RKPDes yang telah di siapkan seperti belum terteranya Dana Bantuan Bencana Alam, mengingat kerap terjadinya bencana alam di musim hunjan.

Alur yang ditempuh dalam merancang RKPDes terlebih dahulu Tim XI mengadakan penggalian gagasan di setiap dusun di desa anyar guna mengetahui apasajakah kegiatan yang diprioritaskan disetiap dusunnya, baik dibidang Pembangunan, Pembinaan Kemasyarakatan dan Pemberdayaan Masyarakat demi terwujudnya Rencana Kerja Pemerintah Desa yang lebih baik.
Bagi anda yang ingin mengetahui RKPDes Desa Anyar Tahun 2018 silahkan adan klik link download

Sabtu, 24 Juni 2017

Sambut Hari Raya Idul Fitri dengan Pawai Obor




Ramadhan 1438 H. yang jatuh pada bulan Mei s/d Juni tahun 2017 telah berakhir pada hari ini, Sabtu
tanggal 24 Juni 2017 sesuai hasil keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia ( LUKMAN HAKIM SYAIFUDDIN ) dan bersamaan dengan itu pula, untuk menyambut kedatangan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H. sekaligus dalam rangka mengenang kepergian Bulan Suci Ramadhan yang telah berjalan selama sebulan penuh biasanya masyarakat di seluruh Indonesia merayakannya dengan mengadakan Pawai Obor dimasing-masing wilayahnya.
Untuk Pawai Obor di tingkat Kecamatan Bayan, dilihat dari banyaknya peserta Pawai Obor yang turut hadir untuk merayakan kedatangan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H. di Kecamatan Bayan sudah 2 ( dua ) tahun berturut-turut penyambutan Hari Raya Idul Fitri tidak begitu meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Setelah saya tanya dari beberapa masyarakat yang sedang menyaksikan Pawai Obor ditingkat Kecamatan Bayan, tentang kendala kurang ramainya pawai obor 2 tahun berjalan, sebagian dari warga banyak yang mengira “Acara Pawai Obor” tidak ramai dikarenakan tidak adanya ketentuan yang jelas dari pemerintah tentang kapan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri, sebagian orang juga mengatakan “Acara Pawai Obor” tidak ramai karena kurang aktifnya para Remaja Masjid ataupun remaja Mushola di wilayah setempat.